Got My Cursor @ 123Cursors.com
SHINTIA MARIA WILLIYANI SINAGA

Thursday, September 29, 2011

puisiii

Mengapa keindahanmu itu menyakitiku?
Semakin terasa pesonamu, semakin luka perasaanku
Tak mudah lupa ingatan tentangmu
Begitu melekat kau dengan kenangan indahku
                Perasaan ini tak mudah dibuang
                Kenangan tentangmu pun tersimpan rapi
Bila dapat waktu diputar ulang
Mungkin lebih baik ku hapus bagian hidupku yang pernah mengagumimu
Agar kisahmu tak melukaiku
Agar aku tak menyimpan rasa untukmu

HARLI AFITSON

Siapa yang gak tau Harli Afitson? Semua orang pasti tau motor gede yang larinya bisa kuenceng banget itu. Suatu hari, Henri Donat, anak kelas 2 SMA ‘Harapan Kami’ yang paling bongsor sesekolahan itu, dibeliin motor Harli Afitson sama bokapnya.
                Jangan salah, gara-gara sawah bokapnya yang kecil memanjang itu kena pelebaran jalan tol, bokapnya Henri jadi kaya mendadak. Punya duit 9 milliar cash! Biarpun sekarang dia kehilangan sawah, duitnya banyak.
                Pagi-pagi sekali, Henri udah muncul membelah jalan raya dengan kecepata sedang sampai kenceng. Lima menit berkendara dia ketemu Rahmat, temen sekelasnya yang biasa naik vespa butut. Henri menyalip kencang...
                “Rahmaaaaaaat... lo pernah naik Harli gak...???” teriak Henri sambil ngebut.
                “Buset!!! Belagu lo! Motor siape tuhh??!” sahut Rahmat masih melongo.
                Tapi Henri udah lewat jauh, motornya terlalu kenceng dibanding vespa butut Rahmat yang berjalan lambat meskipun tiap hari dirawat. Sampe di pertigaan moncong, Henri menyalip Alami, cowok tengil yang belom lama dibeliin motor gede oleh pacar kontrakannya. Dia menyali Alami dan meneriakkan kalimat yang sama.
                “Alami.. lo pernah naik Harli gak???” tanya Henri masih tetep ngebut.
                “Eh lo Ri?! Belagu lo! Motor siapa tuh??” teriak Alami kaget sekaligus sirik. Dia gak suka motor gedenya ada yang nyaingin. Tapi lagi-lagi Henri udah melesat jauh. Harli Afitsonnya masih terlalu kencang buat bersaing sama motor pabrikan negara yang lebih sering bikin film tari-tarian itu.
                Akhirnya sampe lah Henri di jalan menurun gak jauh dari sekolahan. Dia melihat Pak Kar, kepala sekolah yang dengan santai menaiki sepeda onthel tua kesayangannya. Lagi-lagi Henri meneriakkan kalimat yang sama seperti yang dia teriakkan ke Rahmat dan Alami. Dia yakin pak Kar sesuai nama sama umurnya, jauh lebih pengalaman daripada Rahmat atau Alami yang belom pernah naik Harley.
                “Pak Kar... pernah naik Harli gak???” teriaknya sambil tetep melaju kencang. Pak Kar yang udah hapal betul dengan suara Henri yang sering dia panggil dengan sebutan “anak durhaka” itu Cuma bisa geleng-geleng kepala. Dia gak abis pikir dengan kelakuan anak didiknya yang belagunya minta ampun.
                Tapi belum abis pikir Pak Kar membayangkan tentang semua kenakalan Henri,menjelang perempatan Pak Kar melihat orang ramai berkumpul.dan gak salah lagi, tejadi sebuah kecelakaan. Henri menabrak angkot yang lagi ngetem di pinggir jalan. Motor gedenya tergeletak di jalan, dia meringis kesakitan.
                “Pak Kar pernah naik Harli?” tanya Henri sambil menahan nyeri kaki dan tangannya yang baret-baret lecet kena aspal jalan. Pak Kar yang biasanya sabar itu nyaris naik darah. Pertanyaan Henri menyinggung perasaannya yang sensi.
                “kamu sudah jatuh, bahkan sampe luka begini, masih saja sombong!” Pak Kar mencoba menahan emosinya supaya tidak meledak.
                “bukan Pak. Saya sama sekali gak bermaksud menghina Bapak, saya Cuma mau tanya rem-nya di mana?”
*GUBRAAAAK!!*

23 SM

Suatu hari, pelajaran ekskul di sekolah SMA Harapan Kami, adalah sejarah. Anak-anak dan guru mendatangi ke museum yang letaknya gak jauh dari Taman Kota. Setelah masuk di dalam museum banyak benda-benda dan peninggalan dari jaman dulu sampe yang jaman dulu banget, salah satunya mummi. Yuupp! Mayat yang diawetkan dengan dibaluri rempah dan dibalut dengan kain. Di salah satu mummi, tertera tulisan 23 SM. Pak Kar kepala sekolah sekaligus guru sejarah menanya ke para siswa yang sedang memperhatikan mummi tersebut.
Pak Kar : ada yang tau artinya 23 SM ?
Henri : saya tau, Pak..!
Pak Kar : apa itu Henri?
Henri : nomor kendaraan yang menabrak dia pak.
Pak Kar : ????

PIR MAKIN BAGUS KALO GAK DIKUPAS

Mengonsumsi buah memang dianjurkan oleh para dokter. Apalagi yang namanya buah yang kaya serat, mungkin hukumnya udah wajib. Karena buah yang kaya serat bisa dibilang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Dari sekian banyak buah yang kaya serat, dari keluarga apel, buah pir adalah yang paling dahsyat. Enak udah pasti, nih buah juga punya kandungan nutrisi yang luar biasa.
                Mari kita belah kehebatan dari sebuah pir. Dibanding apel, pir lebih kaya serat. Kalo sebuah apel memiliki 3 gram serat, maka pir memiliki dua kali lipatnya. Kalo dihitung, pir punya 20% asupan serat yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Setidaknya dalam sehari udah oke banget. Pir jauh dari kata lemak, kolesterol, sodium dan tentunya kaya vitamin C, K, dan kornium.
                Yang udah didiagnosa kecenderungan penyakit diabetes serta hypoglycemic, pasti disarankan unruk mengonsumsinya. Karena kadar indeks dlikemiknya dikenal rendah. Dan jumlah kalorinya hanya 100 aja tuh perbuah. Sehingga buah pir menjaga level gula darah lebih stabil. Pir juga memiliki Pektin, serat diet uang gampang larut. Katanya sih cukup mumpuni menurunkan kolesterol dan meregulasi gerakan usus besar.
                Mau tahu bagian mana yang salah satunya cukup dahsyat dari buah pir? Kulitnya! Yup, kulit bauh pir mengandung zt antioksidan dan flavonoid yang punya efek anti radang. So, kalo bisa nih makan buah pir dengan kulitnya. Jangan sampe kuitnya dikupas. Nanti nutrisi yang didapat kurang sempurna.
                Pir juga memiliki folat, sebuah zat yang  bisa mencegah cacat pada saraf bayi. Baik banget nih kalo dikonsumsi wanita hamil. Yang punya masalah sama alergi juga oke. Pir nggak akan menimbulkan reaksi alergi. Bagus banget buat anak-anak. Karena itu tadi, bisamencegah alergi.
                Pir yang mana nih yang oke? Tentunya buah pir yang tanpa cacat karena benturan atau potongan. Pir yang matang cukup baik dikonsumsi. Nutrisi yang didapat akan lebih maksimal. So, rugi besar kalo kamu sampe nggak doyan sama buah ini. Kalo bisa sering-sering mengonsumsi buah pir deh.

--Kutipan dari majalah gaul--